Investment Academy

Jenis-jenis Reksa Dana dan beragam tingkat risiko nya



Banyak orang yang menggangap investasi di reksa dana itu mempunyai risiko yang tinggi padahal tingkat risiko reksa dana itu tergantung dari jenis dan instrumen investasi reksa dana tersebut. Secara umum,  jenis reksa dana terbuka terdiri dari Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham.

Reksa Dana Pasar Uang adalah reksa dana yang mempunyai kebijakan untuk berinvestasi sebanyak 100 persen pada instrumen pasar uang. Yang dimaksud dengan instrumen pasar uang adalah surat berharga yang jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun, termasuk deposito di bank. Surat Utang yang diterbitkan oleh korporasi dan negara seperti Obligasi Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel, juga termasuk pasar uang apabila pada saat reksa dana membeli obligasi tersebut, jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun.

Reksa dana ini memiliki risiko yang paling rendah karena investasinya di instrumen yang likuid alias mudah dicairkan dan cocok untuk kamu yang punya profil risiko sangat konservatif. Namun imbal hasil yang didapatkan dari reksa dana ini juga paling rendah dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya.

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah reksa dana yang mempunyai kebijakan untuk berinvestasi minimal 80 persen pada efek utang atau instrumen obligasi dengan jatuh tempo di atas 1 tahun.

Kenapa disebut pendapatan tetap? Hal ini karena penerbit Efek Utang secara konsisten memberikan pembayaran bunga (kupon) yang tetap kepada para pemegang efek tersebut.  Dalam reksa dana pendapatan tetap, manajer investasi akan menginvestasikan kembali bunga yang diterima dari efek utang tersebut, sehingga hasil investasi reksa dana tersebut dapat menjadi lebih optimal

Walaupun efek utang atau obligasi juga kerap disebut sebagai efek pendapatan tetap, pada kenyataannya harga obligasi dapat bergerak naik maupun turun akibat perubahan tingkat suku bunga. Ketika tingkat suku bunga turun, secara teori harga obligasi akan naik. Sebaliknya ketika tingkat suku bunga, maka harga obligasi akan turun.  Seperti layaknya instrumen investasi lainnya, faktor supply dan demand juga turut mempengaruhi pergerakan harga obligasi.  Selain itu, karena obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh suatu entitas, maka terdapat risiko wanprestasi dari penerbit obligasi tersebut.

Reksa dana ini memiliki tingkat risiko di atas reksa dana pasar uang dan cenderung di kisaran konservatif hingga menengah, tergantung dari strategi investasi reksa dana tersebut serta seberapa besar eksposurnya terhadap risiko wanprestasi dari penerbit obligasi. 

Reksa Dana Campuran adalah reksa dana yang mempunyai kebijakan untuk berinvestasi pada instrumen saham, obligasi dan pasar uang dengan komposisi masing-masing paling banyak 79 persen. Ketiga instrumen tersebut harus dimiliki oleh reksa dana campuran pada saat yang bersamaan, artinya tidak boleh memiliki hanya dua dari ketiga instrumen tersebut.

Pada praktiknya, alokasi investasi reksa dana campuran sangat beragam. Ada yang porsi investasi sahamnya lebih besar, ada yang memiliki porsi obligasi yang lebih besar, dan ada juga yang komposisinya berimbang.  Karena keragaman komposisi instrumen tersebut, investor harus mencermati terlebih dahulu porsi alokasi yang dipilih oleh Manajer Investasi, agar dapat menyesuaikan profil risiko investor dan reksa dana yang akan dipilih.  Reksa dana campuran yang mempunyai komposisi saham lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya, secara otomatis juga mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi.

Reksa Dana Saham adalah reksa dana dengan tingkat risiko yang paling agresif karena mempunyai kebijakan untuk berinvestasi pada saham minimal sebanyak 80 persen dari total nilai aktiva bershinya.

Dibandingkan dengan jenis instrumen lainnya, saham merupakan instrumen yang mampu memberikan potensi keuntungan yang paling tinggi namun begitu pula dengan tingkat risikonya. Pergerakan harga saham cenderung sangat fluktuatif, sehingga reksa dana ini cocok untuk investor dengan profil risiko agresif.

Ketika Anda ingin membeli reksa dana melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), Anda akan diharuskan untuk mengisi kuesioner profil risiko. Hasil dari kuesioner tersebut merupakan panduan bagi investor dalam menentukan apakah profil risiko investor tersebut sangat konservatif, konservatif, moderat dan agresif. Pada dasarnya semakin agresif seseorang, maka semakin agresif pula pilihan reksa dananya.  Namun, selalu ingat konsep dasar dalam berinvestasi: High Risk High Return; Low Risk Low Return!

Untuk mengetahui secara singkat mengenai profil risiko Anda, silahkan klik disini https://www.bnpparibas-ip.co.id/id/produk-dan-layanan/kenali-profil-anda/